Tata Krama Berbicara

TATA KRAMA BERBICARA

PENGERTIAN
·         Tatakrama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat dan berlaku dalam kurun waktu tertentu.
·         Tata berarti adat, aturan, norma, peraturan.
·         Krama berarti sopan santun, kelakuan tindakan atau perbuatan.
Tata krama berarti adat sopan santun, kebiasaan sopan santun atau sopan santun. Tatakrama telah menjadi persyaratan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi tuntutanmasyarakat dimana saja serta dalam kurun waktu kapan saja.
Tata Krama Berbicara
·         Sopan santun berbicara berkaitan erat dengan :
            Siapa yang diajak bicara
            Kalimat yang digunakan
            Sikap berbicara
            Tata cara berbicara
·         Jika berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dihormati, maka pergunakanlahbahasa yang sopan
·         Berbahasa yang baik dan sopan(papan,empan,adepan),menghindari kata-kata yang kotor dan menyakitkan hati.
·         Membiasakan kata ”ma’af” pada awal dan akhir pembicaraan.
·         Memperhatikan dan mengarahkan pandangan kepada lawan bicara dengan sopan.
·         Memberi kesempatan kepada lawan bicara untuk bicara(tidak mendominasi pembicaraan).
·         Perlu diperhatikan dimana pembicaraan itu dilakukan. Yang perlu dihindari dalam tata krama berbicara adalah:
            memotong pembicaraan orang
            memborong pembicaraan
            berbicara tanpa memandang yang diajak berbicara
            berbicara kepanjangan tak tentu arah
            acuh tak acuh terhadap pemicaraan teman bicara
            mempergunjingkan orang lain atau membicarakan aib orang lain(ghibah)
            berkacak pinggang atau menunjuk-nunjuk kearah lawan bicara.
            memposisikan diri lebih tinggi dari lawan bicara. (Contoh bahasa Jawa :”kulo sampun dahar”, ”dalem bade kundur”, ”kulo paringi”.Seharusnya :”kulo sampun nedho”, ”dalem bade wangsul”, ”kulo sukani”,dll.
            Bila bertiga berbicara dengan dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh salah satu dari mereka.Dan tidak berbisik-bisik berdua,tanpa memperdulikan teman lain.
            berkata dusta,meskipun bermaksud melucu.
            bergurau yang berlebihan dan bergojlok-gojlokkan.
Tata Krama Berbicara dalam Islam
1. Semua pembicaraan harus kebaikan, dan menghindari mengucapkan yang bathil.
RASULULLAH SAW pernah bersabda :
‘Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhoi Allah SWT yang ia tidak mengira akan mendapatkan demikian, sehingga dicatat oleh Allah SWT keridhoanNya bagi orang tersebut sampai Hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah SWT mencatatnya yang demikian itu sampai Hari Kiamat.’ (HR Tirmidzi dan ia berkata hadith hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
2. Berbicara dengan jelas dan mudah dipahami.
3. Tidak berlagak atau dengan cara yang sombong
4. Menghindari terlalu banyak berbicara sehingga membosankan.
5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan
6. Menghindari dusta
7. Menjauhi Debat Kusir.
RASULULLA H SAW pernah bersabda :
‘Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.’ (HR Ahmad dan Tirmidzi) dan dalam hadist lain disebutkan sabda Nabi SAW: ‘Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.’ (HR Abu Daud)
8. Menjauhi kata-kata keji, mencela dan melaknat. ‘Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji.’ (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)
9. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk.
10. Menghindari ghibah dan mengadu domba.
11. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadist Nabi SAW dari Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapaknya berkata:
‘Ada seseorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut”
, maka Nabi SAW bersabda, ‘Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu!’ Lalu beliau (Nabi SAW) bersabda, ‘Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si Fulan, semoga Allah mencukupkannya, kami tidak mensucikan seseorang pun disisi Allah, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.’ (HR Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s